11+ Cara Mendaftar Kuliah di Luar Negeri

11 Cara Mendaftar Kuliah di Luar Negeri – Kamu yang berencana kuliah di luar negeri pasti akan menghadapi tantangan saat mendaftar. Setiap negara punya sistem pendaftaran universitas yang berbeda-beda.

Tapi, ada beberapa langkah yang penting untuk kamu ikuti sebelum mendaftar kuliah di luar negeri.

11 Cara Mendaftar Kuliah di Luar Negeri
11 Cara Mendaftar Kuliah di Luar Negeri

1. Tentukan Jurusan, Universitas dan Negara Tujuan

Pertama, kamu harus memilih jurusan, universitas, dan negara yang kamu tuju. Keputusan ini sangat berpengaruh pada peluang diterimamu.

Sebelum kamu mendaftar, penting juga untuk benar-benar memahami universitas dan jurusan yang kamu pilih di negara lain. Ini adalah langkah pertama yang harus kamu perhatikan.

Usahakan untuk tidak hanya memilih satu jurusan atau universitas saja. Beberapa negara mungkin mengharuskan kamu memilih lebih dari satu program dan universitas saat mendaftar.

2. Perhatikan Syarat Pendaftaran dan Batas Waktunya

Pastikan kamu memeriksa semua persyaratan, termasuk yang berkaitan dengan prestasi akademik, kemampuan berbahasa Inggris, atau kualifikasi khusus lainnya. Tiap universitas punya persyaratan yang berbeda, jadi perhatikan dengan seksama!

Perlu diingat, sebagian besar universitas di luar negeri mungkin tidak akan menerima lulusan sekolah menengah dengan kurikulum nasional secara langsung untuk program sarjana. Biasanya, mereka membutuhkan ijazah internasional seperti International Baccalaureate atau A Level. Jika kamu lulus dari sekolah dengan kurikulum nasional, mungkin kamu perlu mengikuti program Foundation atau Pathway terlebih dahulu.

3. Dapatkan Sertifikat Tes TOEFL Atau IELTS

Sebelum mendaftar ke universitas pilihanmu, pastikan kamu sudah mengikuti ujian IELTS atau TOEFL dan memperoleh skor sesuai persyaratan universitas tersebut. Pastikan juga kamu mengambil ujian ini di lembaga resmi yang mengadakannya.

Biasanya, skor rata-rata IELTS yang dibutuhkan untuk program sarjana di luar negeri adalah sekitar 6.5. Sedangkan untuk TOEFL, kamu membutuhkan Internet Based Test (iBT) dengan skor minimal 80.

Terkadang, universitas juga menawarkan alternatif sertifikasi lain untuk menilai kemampuan berbahasa Inggrismu. Jika skormu belum mencapai persyaratan, kamu bisa mengambil kelas persiapan ujian IELTS atau TOEFL terlebih dahulu agar memiliki peluang lebih besar untuk lulus. Jika perlu bantuan dalam persiapan ujian TOEFL atau IELTS, kamu bisa menghubungi SUN English.

4. Tulis Motivation Letter Yang Berkesan

Kamu harus menulis Motivation Letter yang mengesankan jika ingin mendaftar kuliah di luar negeri. Ini penting terutama jika kamu melamar ke universitas di luar negeri. Biasanya, surat motivasi ini berisi alasan mengapa kamu memilih jurusan dan universitas tertentu serta mengapa kamu ingin melanjutkan studi di negara tersebut. Ingat, surat motivasi ini harus ditulis dalam bahasa Inggris!

Hal yang perlu kamu perhatikan dalam surat motivasi ini adalah bagaimana kamu menyampaikan pesanmu dengan kuat dan mengesankan. Banyak yang percaya bahwa surat motivasi memiliki pengaruh besar dalam keputusan penerimaan kuliah di luar negeri. Pastikan juga bahwa tulisanmu bebas dari kesalahan tata bahasa dan penulisan yang dapat memengaruhi penilaianmu.

5. Cari Surat Rekomendasi

Kamu juga perlu mencari surat rekomendasi ketika mendaftar kuliah di luar negeri. Ini adalah dokumen tambahan yang bisa meningkatkan peluangmu diterima. Surat rekomendasi biasanya diberikan oleh seseorang yang mengenal kamu dengan baik, seperti kepala sekolah, atasan di tempat kerja, atau orang-orang berpengaruh lainnya.

Surat rekomendasi ini berisi tentang pencapaian dan keunggulanmu selama di sekolah atau pekerjaan, yang kemudian ditandatangani oleh orang yang memberikan rekomendasi. Semakin banyak surat rekomendasi yang kamu dapatkan, semakin besar peluangmu untuk diterima di universitas luar negeri, bahkan bisa membantu kamu mendapatkan beasiswa.

6. Terjemahkan Semua Dokumen yang Dibutuhkan

Kamu perlu menerjemahkan semua dokumen yang dibutuhkan ke dalam bahasa Inggris untuk proses pendaftaran kuliah. Untuk memastikan keabsahan dan mencegah penyalahgunaan, sebaiknya menggunakan jasa penerjemah tersumpah.

7. Ikuti Tata Cara Pendaftaran Setiap Universitas

Kamu harus mengikuti tata cara pendaftaran yang berlaku di setiap universitas. Tiap negara dan universitas punya sistem pendaftaran yang berbeda. Contohnya, jika kamu ingin kuliah S1 di Inggris, kamu harus mendaftar melalui UCAS dan bisa memilih hingga 5 program studi. Oleh karena itu, kamu perlu merencanakan program studi yang akan kamu pilih sebelumnya.

Selain itu, penting juga untuk memahami setiap tahapan penerimaan di universitas, yang bisa berbeda antara satu dengan yang lain. Pastikan kamu mengikuti semua langkahnya dengan baik. Jangan ragu untuk mencari bantuan dari pusat bantuan jika kamu merasa bingung atau mengalami kesulitan.

8. Daftar Ujian Masuk

Kamu akan perlu mendaftar untuk mengikuti ujian masuk setelah proses pendaftaran. Ujian ini digunakan untuk mengukur kemampuanmu dan memastikan bahwa kamu memiliki pengetahuan yang sesuai dengan program studi yang kamu pilih.

Pastikan kamu aktif mencari informasi tentang tanggal ujian jauh-jauh hari sebelum tes dilakukan. Biasanya, ujian masuk untuk kuliah di luar negeri dilakukan secara online.

9. Wawancara dengan Pihak Universitas

Setelah kamu berhasil lulus ujian masuk, tahap selanjutnya adalah wawancara dengan pihak universitas.

Pada wawancara ini, kamu biasanya akan ditanya tentang:

  1. Alasan kamu memilih kampus tersebut.
  2. Motivasi memilih program studi yang kamu pilih.
  3. Latar belakang pendidikan dan pengalamanmu.
  4. Rencana masa depan setelah lulus.

10. Buatlah Visa Pelajar

Kamu perlu membuat visa pelajar sebelum berangkat kuliah di luar negeri. Banyak negara, terutama di Eropa, mewajibkan para pengunjungnya memiliki visa. Beberapa negara yang mengharuskan mahasiswa internasional memiliki visa pelajar termasuk:

  • Negara-negara Eropa seperti Belanda, Belgia, Finlandia, Jerman, Perancis, Italia, Spanyol, Swedia, dan banyak lagi.
  • Inggris
  • Amerika Serikat
  • Australia
  • Korea Selatan
  • Kanada
  • China
  • Dan masih banyak lagi.

Kamu mungkin bertanya-tanya, mengapa membuat visa pelajar harus dilakukan belakangan? Hal ini karena jadwal penerimaan di setiap universitas luar negeri berbeda-beda. Jadi, jika kamu membuat visa sebelumnya dan ternyata tidak diterima di universitas pilihanmu, dokumen ini bisa menjadi tidak berguna.

11. Pastikan Paspor Masih Valid Minimal 6 Bulan

Pastikan paspormu masih berlaku setidaknya selama 6 bulan. Hal ini seringkali terlupakan oleh banyak orang. Kamu perlu memeriksa tanggal kedaluwarsa paspor sebelum berangkat kuliah di luar negeri.

Jika kamu belum memiliki paspor, sebaiknya kamu mempersiapkannya 3-6 bulan sebelum mendaftar kuliah di luar negeri. Mengapa begitu lama? Ini untuk mengantisipasi kemungkinan keterlambatan dalam pengeluaran paspormu.

12. Pastikan Sumber Dana Pendidikan Cukup

Pastikan sumber dana pendidikanmu mencukupi. Kuliah di luar negeri memerlukan biaya yang lebih tinggi dibandingkan kuliah di Indonesia. Jadi, pastikan kamu memiliki dana yang mencukupi untuk seluruh proses, mulai dari pendaftaran, biaya kuliah, syarat visa, hingga biaya hidup. Kamu juga perlu memiliki tabungan minimal per bulan sebelum visa diterima.

Jika kamu berharap mendapatkan tambahan dana, pertimbangkan untuk mendaftar beasiswa dari universitas yang kamu tuju atau lembaga lainnya. Banyak universitas memberikan potongan biaya berdasarkan kualifikasimu saat mendaftar. Beberapa bahkan menawarkan beasiswa sebagian atau penuh, tergantung pada prestasimu di pendidikan sebelumnya.

Tinggalkan komentar